Selamat Datang di Blog VIVIEN ALVIONITA

Rabu, 10 Maret 2010

BIDADARI DI KALA SENJA

Sore itu aku baru saja pulang kuliah,huh dosen ini selalu saja memberi tugas yang bisa bikin kepala mau copot. Sebenarnya sih udah pulang dari tadi tapi ya itu aku harus mampir ke perpustakaan untuk mengerjakan tugas.
Setelah turun dari motor dan mau nutup pintu gerbang rumahku. Mata ku tak sengaja melihat seorang cewe duduk termenung di bawah pohon di taman depan rumah. Ya menurut ku itu sih biasa aja namanya juga taman tempat umum pasti ya ada orang. Aku berlalu meninggalkan pandangan ku ke cewe tersebut dan segera masuk untuk mandi dan melanjutkan tugas.
Seusai mandi aku iseng – iseng keluar dari kamar hanya ingin melihat pemandangan dari atas. Pandangan ku tertuju pada cewe tersebut. Hem…kali ini aku mulai bertanya dalam hati “siapa gadis cantik berbaju putih itu?”. Aku terus memandanginya sambil terus bertanya – Tanya dalam hati. Tiba – tiba aku dikagetkan dengan bunyi Hp ku. Ah….ternyata hanya sms dari lina sahabat ku,setelah aku membalasnya, aku menengok lagi kearah taman tetapi betapa terkejutnya aku cewe tersebut sudah tidak ada. Bulu kudukku merinding dan rasanya bibir ini tak bisa untuk berbicara. Aku tercengang berdiri,tiba – tiba “lis…elisa…ayo cepat turun,ayo makan”.kata mamaku
Pikiran ku masih dipenuhi dengan rasa penasaran tentang cewe yang kulihat di taman. Ah…sudahlah esok jika ku bertemu lagi dengan dia akan ku Tanya. Aku pun berlalu melepas lelah dan segera tidur.
Keesokkan harinya sama aku pulang kuliah gadis itu belum muncul. Aku pun masuk sebentar untuk menaruh tas dan mengambil laptop ku.ya sambil menunggu cewe itu datang kan bisa sambil chating dan ngerjain tugas pikirku. Sudah lama sekali aku menunggu. Jam di laptop ku menunjukkan pukul 5 kurang 1 menit. Aku pun mengalih kan sebentar pandangan ku kearah facebook untuk membalas obrolan. Ketika aku kembali mengarahkan pandangan ku kearah taman ku lihat ada cewe itu. Sejenak aku terkejut dengan cepat cewe itu menghilang dan dengan cepat cewe itu datang. Aku menenangkan hatiku sejenak dan berusaha untuk mendekatinya.
Aku mendekatinya dengan langkah terseret – seret. Aku berusaha untuk duduk disebelah nya dan berusaha tenang. Perlahan aku mulai tenang. Terlihat wajah cewe itu pucat dan terlihat seperti sedang menanti seseorang. Aku berusaha untuk berbincang – bincang dengan dia walau terlihat sekali wajah ku sangat terlihat seperti orang ya pengin pipis. “sore mbak,lagi ngapain di taman sendiri?”kata ku sambil melepaskan udara dari mulut tanda melegakan diri.
“sore,gue lagi nunggu cowo gue,loe sendiri ngapain di sini?” jawab cewe itu dengan suara yang lembut.
“kalo aku ya Cuma iseng aja,itu rumahku lagian deket dari rumah kesini buat hiburan aja lah. Namanya siapa? Aku elisa salam kenal”.kata ku yang mulai agak sedikit akrab
“oh…rumah mu bagus juga ya..,aku maya,salam kenal juga”.kata maya.
Tiba – tiba “ lis..elisa….ayo cepat pulang ngapain kamu ditaman?”panggil mama
“ya ma..bentar…maya aku pulan dulu ya…nanti kalo aku gak cepet pulang,mama ku bisa ngoceh terus..dah….maya”sapa aku sambil berlalu.
Di rumah setelah mandi seperti biasa aku mengintip taman di seberang jalan rumah ku itu. Dan benar disana masih ada maya. Dia duduk sendiri mana pacarnya, itu pertanyaan yang muncul dari hati ku. Aku pun melihat jam dinding di kamar ku yang menunjukan pukul 7 sore. Lalu aku menengok lagi kearah taman dan….oh may god lagi – lagi maya menghilang secara tiba-tiba. Aku mulai berfikir kenapa maya selau muncul secara tiba – tiba pada jam 5 sore dan menghilang secara tiba – tiba juga pada jam 7 sore. Tetapi aku mencoba menenangkan diri ku dengan beranggapan bahwa itu hanya kebetulan ya iyu hanya kebetulan saja.
Hari demi hari berlalu sudah sekitar 2 minggu aku selalu menemui maya di taman dan berbincang – bincang dengannya ternyata dia asyik juga. Namun yang aneh kenapa setiap ditanya lagi ngapain selalu menjawab nungguin paca gue. Dan tetap maya selalu datang dan pergi pada jam yang sama. Hah….entahlah mungkin itu memang hanya kebetulan aja.
Sore itu aku bertemu dengan maya ditaman seperti biasa. Dan aku mulai penasaran semua hal tentang maya.
“maya aku mau Tanya sebenernya rumah kamu dimana cie? Aku pengen banget sekali – kali main ke rumah kamu”rayu aku
“kamu mau tau rumah aku,tapi ada syaratnya, kamu mau gak?”jawab maya
“syarat?? Syarat apa??? Kok pake syarat segala cie?? Emzz ok dech asalkan gak berat berat amat”jawab ku walau agak sedikit ragu
“gak akan susah,gue Cuma mau minta tolong sampaikan kepada ibuku kalau gue sudah tenang,sudah bahagia,jadi ibu jangan memikirkan maya terus. Tolong ya elisa gue tau Cuma loe yang bisa Bantu gue,gue mohon”minta maya dengan air mata yang membasahi wajah cantiknya yang agak sedikit pucat.
Seketika angina berhembus daun kering jatuh dari pohonya seakan tak sanggup lagi untuk daun itu bertahan di ranting pohon. Suasana yang sepi ini menambah tegangnya rasa hati ini. Aku menjawab perlahan dengan muka yang amat penasaran,dan kening sedikit mengerut.
“maksud kamu apa maya? Aku bener sama sekali gak ngerti? Kamu gak tinggal sama orangtua kamu? Bener aku masih gak ngerti?”Tanya aku yang menjadi gagu dan bahkan sulit untuk membuka mulutku.
“sudahlah elisa, loe gak usah Tanya itu semua, gue juga gak bisa jawab kenapa?gue juga gak tau,gue bingung?plis tolong sampein itu ke ibu gue…ya plis..”maya memohon sambil memeluk tubuhku dan seakan tak ingin melepaskannya sebelum ku berkata ya.
“ok maya aku akan turuti kemauan kamu,tapi setelah itu kamu beri tau alasannya kepada aku ya…janji?”
“ya…gue janji terima kasih ya elisa”kata maya sambil memegang tangan ku. Aku hanya bisa diam memandang wajah maya yang terlihat sangat lega karena aku menyanggupi keinginannya. Tangan maya terasa sangat dingin. Saat itu dipikiran ku hanya ingin tau kenapa maya meminta aku untuk menyampaikan pesannya untuk ibunya? Entalah maya pun binggung menjawabnya apa lagi aku. Sudahlah lebih baik aku tidur agar besok bisa mememui ibu maya,itu yang ada di fikiranku.
Keesokkan harinya setelah makan siang di kampus aku pergi ke rumah maya. Aku menuju alamat yang di tuliskan oleh maya. Disitu aku melihat rumah ya lumayan megah sih namun tak terawat. Coba kalau rumah ini dirawat pasti terlihat sangat indah. Aku mengetuk pintu,dan tak lama setelah itu perlahan pintu terbuka, terlihat seorang perempuan yang sudah terlihat sedikit renta,walaupun wajahnya terlihat cantik seperti maya. Di pikiranku pasti ini ibunya maya, ternyata benar apa yang aku pikirkan.aku sedikit gugup dan gemetaran waktu ibu itu bertanya kepada ku.
“maaf nak siapa kamu? Dan hendak apa kamu kemari nak?”Tanya ibu itu dengan suara yang halus seprti maya dan agak sedikit batuk – batuk.
“maaf bu saya temannya maya, saya kesini untuk menyampaikan pesan maya?”aku menjawab dengan terbata – bata
“oh…mari nak masuk dulu”kata ibu itu
“begini bu saya itu teman maya,saya bertemu maya di taman depan rumah saya setiap hari maya datang ke taman itu.lama – kelamaan kami berdua akrab, waktu saya Tanya dimana rumahnya dia bilang tolong sampaikan sama ibu ku bahwa maya sudah tenang sudah bahagia”kata ku menjelaskan secara singkat kepada ibu maya. Secara tiba – tiba ibu itu menagis sambil memanggil nama maya.
“maya ….maaf kan ibu maya….ibu sayang sama kamu maya…maya…maya…nak maafkan ibu nak…”kata ibu itu sambil menagis. Akupun tambah bingung,dan sema sekali gak tau apa yang mesti aku lakukan. Perlahan aku mencoba untuk menenangkan ibu itu dan berusaha untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.
“bu..tenang bu….maaf sekali bu tapi saya benar – benar gak tau apa yang terjadi jika ibu tidak keberatan maukah ibu menceritakan apa yang sebenarnya.
Ibu itu menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, menceritakan semua tentang maya, ibu itu bercerita sambil menangis dan memeluk foto maya.
“jadi begini nak..maya itu anak yang baik,dia selalu ceria,dia anak yang sangat pandai. Tetapi itu semua berubah ketika ayah dan kakaknya meninggal dalam kecelakaan.semenjak saat itu maya menjadi anak yang pendiam,dia selalu melamun semangat hidupnya hilang. Tapi pada suatu hari dia mencoba untuk bunuh diri.tetapi dia di selamatkan oleh seorang pemuda yang tampan yang bernama yoga. Yoga merubah maya yang pendiam dan selalu melamun menjadi maya yang ceria kembali. Yoga pun menjadi kekasih maya. Dan entah bagai mana ceritanya ibu pun tak tau. Tiba – tiba maya masuk ke kamar ibu ban bersujud si telapak kaki ibu dan ia menangis dan berkata “ibu maaf kan maya ibu…maya khilaf…maya hamil bu…”
“apa nak? Apa yang kamu katakan? Siapa….siapa yang berani menanamkan janin di rahim mu nak…?”kata ibu.
“yoga bu….”kata maya. Berita itu pun terasa seperti petir yang mengelegar di panasnya musim kemarau.
Sore itu juga maya berpamitan dengan ibu dia bilang dia mau pergi menemui yoga. Dia sudah menunggu yoga ditaman selama berjam – jam. Namun yoga tak kunjung datang. Hati maya sangat gundah kala itu.
Akhirnya ia pulang dengan hati yang cemas ia takut kalau yoga tak mau menemuinya karena yoga tak mau bertanggung jawab. Esoknya pun dia pergi lagi ke taman untuk menemui yoga. Maya sudah menggu lama. Namun yoga tak kunjung datang.
Setelah sampai dirumah maya mencoba untuk menghubungi ibu yoga. Dan betapa hancur dan terkejutnya hati maya mendengar berita bahwa yoga telah meniggal dalam kecelakaan lalu lintas pada saat yoga sendak menemui maya. Mulai hari itu maya menjadi gadis pemurung lagi semangat hidupnya sudah tak ada lagi.
Sore itu ibu berniat untuk mengajak maya makan sore. Ibu mengetuk pintu kamar maya, namun tak ada jawaban. Ibu sangat cemas saat itu,tetapi ternyata pintu itu tak dikunci. Ibu langung saja membuka pintu, dan terkejut karena maya tidak ada, yang ada hanya sepucuk surat yang diletakkan di sebelah foto ayah,kakak,dan yoga. Isi surat itu
Ibu maaf kan maya….maya sudah gak sanggup lagi bu menahan semua ini. Maya sakit bu…maya gak kuat…

Maya merasa hidup maya percuma..
Maya selalu di bayangi bayangan ayah,kakak, dan yoga bu…
Maya merasa kasihan sama anak maya,
Jika ia lahir nanti dia pasti akan Tanya siapa ayahnya?
Maya gak sanggup untuk menjawab bu….

Ibu selamat tinggal jaga diri ibu baik-baik.
Maya pasti bahagia bu…maya mau menyusul ayah kakak dan yoga bu di surga sana..
Anak ini nanti akan bertemu dengan ayahnya, dengan kakeknya,dengan omnya….

Terimakasi bu…. Maya selalu merepotkan ibu

Salam sayang cium


Maya


Semenjak maya pergi ibu tidak pernah lagi keluar rumah.tak pernah lagi melihat indahnya sinar matahari. Semenjak maya pergi tak ada lagi yang merawat bunga – bunga di depan. Ibu binggung apa yang harus ibu lakukan, semua telah pergi menginggalkan ibu.”sambil mengusap air mata,dan memandang foto maya ibu itu mengakhiri ceritanya.
Setelah itu aku pulang dengan rasa tak percaya,entah bagaimana aku binggung aku merasa seperti di dalam mimpi. Benar – benar ini semua tidak masuk akal. Jadi selama ini may yang ku kenal adalah arwah maya yang sudah meninggal atau sebut saja “hantu”. Tapi ini gak mungkin banget aku bisa berkomunikasi dengan hantu. Berarti selama ini benar kecurigaanku.
Sesempainya dirumah tepat pukul 5 sore.aku sengaja memberanikan diri pergi ketaman dan berharap bisa bertemu dengan maya. Benar aku melihat maya berdiri dengan wajah yang sumringah,bahagia. Dan dia pun melambaikan tangan kearahku. Akupun tau kalau dia memanggilku, aku pun mendekatinya walau aku juaga takut.
Dia tersenyum dia terlihat sangat cantik dengan sayap dipunggungnya. Yang ada dibenakku sekarang maya itu bukan hantu tetapi dia itu bidadari. Maya pun memegang tanganku dan berkata
“Elisa makasih banget ya karena kamu, sekarang aku bahagia,mungkin ini adalah pertemuan kita yang terakhir. Aku berharap akmu akan selalu bahagia. Sama seperti aku” kata maya setelah itu dia mengambil salah satu bulu disayapnya dan diberikan kepadaku
“Elisa ini buat kamu tolong disimpanya. Agar kamu selelu ingat pada ku….selamat tinggal elisa” maya pun menghilang terbang ke atas awan dan segera berlalu.
Seketika aku bener – benar dibuat bisu olehnya. Tak ada yang bisa kuperbuat saat itu.aku hanya berdiri dan memegang sehelai bulu dari sayap maya.
Setelah lama berlalu kini tak ada lagi cewe cantik yang duduk termenung dibawah pohon di taman. Yang ada sekarang hanya kunang – kunang yang berterbangan mengelilingi pohon. Setiap sore aku selalu pergi ketaman sambil membawa sehelai bulu dari sayap sang bidadari. Ditemani kunang – kunang yang cantik. Hah setelah kejadian itu aku berfikir aku akan menceritakan pengalamanku kepada dunia bahwa aku pernah bertemu dengan bidadari. Semenjak itu setiap pulang kuliah aku selalu pergi ketaman sambil menyelesaikan novel yang ku buat yang berjudul “BIDADARI DIKALA SENJA”
Aku gak nyangka novelku laris terjual. Terimakasih maya kau inspirasiku.
Sekarang setiap sore aku selalu pergi ketaman ditemani suami dan anakku. Melihat keindahan sore dan cantiknya kunang – kunang. Hem…maya aku atu kau akan selalu dihidup bahagia menjadi bidadari. Dan akupun tau sekarang kau sedang bersama ku,karena aku yakin kunang – kunang ini adalah kamu. Dan aku sangat bahagia karena bisa berteman dengan seorang bidadari cantik yang selalu muncul di kala senja datang.



9 meret 2010

Vivien Alvionita

Kamis, 04 Maret 2010

i like VIERRA

Sekelompok remaja yang bernyanyi dengan jujur dan lugas seperti layaknya remaja saat ini. Background musikal tinggi dari orang tua mereka, VIERRA bernaung di bawah label Musica Studio’s. Diproduseri oleh produser handal yang pernah mensukseskan Peterpan, Nidji, & d’Masiv, Noey dan Capung. Vierra yang dimotori Kevin, yang notabene adalah putra dari komposer Adie MS, memilih menulis dan memainkan lagu-lagu yang sesuai dengan hati mereka.Hal itu terlihat dari judul single pertama, "Dengarkan Curhatku" yang terdapat di album perdana mereka(vierra), My First Love (2009). Sebuah lagu yang tulus dari dalam hati mereka.(vierra) Benar-benar tentang kejadian sehari-hari yang mereka alami sendiri.

Para Personel, Anggota Viera Band. BAND Vierra yang akhirnya menelurkan album perdananya
itu pun sukses setelah berjodoh lewat Friendster .Perjumpaan Trian (drum), Kevin (kibord), Widi (vokal) dan Raka (gitar) dimulai dari persahabatan sang drummerm dan kibordis. Tak lama mereka mengenal Raka lewat Friendster. Raka yang mengenalkan Widi kepada personel lainnya lewat jaringan persahabatan tersebut.

“Awalnya memang dari Friendster. Kita semua kenalan dari Friendster dan akhirnya sampai sekarang,” ujar Widi sang vokal Vierra. Saat ini Band Vierra telah merilis album perdana dengan tajuk ‘First Love’. Mereka pun mengeluarkan ‘Dengarkan Curhatku’ sebagai single andalan band itu.

Veirra band sepakat untuk memilih jalur Power Pop Disney untuk berkarya. Nuansanya benar-benar Disney banget. Tapi bukan berarti ngikutin. Dari segi aransemen kita banyak menggabungkan unsur keanekaragaman selera musik kita juga,” tutur Kevin sang keybord grup band asal kota Hujan Bogor ini.Setelah beberapa bulan bersama, Vierra Band pun masuk studio dan menggarap album tersebut selama tiga bulan.“Power Pop itu titik tengah aliran musik kita berempat.

Profil Vierra Band Lebih lanjut....












Kevin Aprilio, adalah pendiri Andante yang kemudian bermetamorfosis menjadi VIERRA di tahun 2008 ini. Pada vokal ada Widy, siswa tahun ketiga SMA Bakti Mulya 400, yang berkarakter vokal lembut dan manis dan membawa unsur pop yang dominan. Gitaris yang juga membantu dalam mengaransemen adalah Raka Cyril, yang juga berkuliah di UPH angkatan 2007, sama seperti Kevin. Posisi drummer diisi oleh Satrianda Widjanarko, mahasiswa UI fakultas Ilmu Politik, yang memberikan nama VIERRA dan juga mengaransemen banyak lagu Vierra. Lalu Vierra juga dibantu oleh bassist yang gayanya unik dan mahir main bassnya bernama Derry

Nonton TV Gratis